Satpas Polres Tegal Kota: Ujian Teori Terbimbing, Setiap Warga Dipandu Memahami Proses Secara Adil



 TEGAL || mediacakrala — Ruang ujian teori Satpas Polres Tegal Kota bukan sekadar ruang berisi komputer. Di sini, pemohon dipandu langsung oleh petugas yang menjelaskan cara kerja sistem, memastikan setiap orang paham pertanyaan, dan merasa tenang sebelum memulai. Tidak ada yang dibiarkan bingung sendiri, tidak ada yang kesulitan mengoperasikan perangkat tanpa bantuan. Baik pemohon muda maupun yang baru pertama kali mengurus SIM, semua mendapat bimbingan yang sama — sabar, jelas, dan tanpa membeda-bedakan.

 

Pendampingan ini bukan sekadar memberi kemudahan — melainkan menjamin keadilan. Banyak warga yang merasa cemas atau belum terbiasa menggunakan komputer, sehingga tanpa panduan, kesempatan mereka bisa terhambat. Di Satpas Tegal Kota, hambatan itu dihilangkan. Petugas hadir memastikan semua pemohon memiliki peluang yang setara: memahami soal, mengikuti aturan, dan dinilai berdasarkan pengetahuan serta kesadaran berlalu lintas, bukan karena terbiasa teknologi.

 

Proses ini juga menegaskan transparansi. Ujian berlangsung di bawah pengawasan langsung, sistem terbuka, dan tidak ada celah yang bisa dimanipulasi. Lulus berarti benar-benar memahami aturan keselamatan — bukan karena bantuan pihak lain. Inilah dasar pengemudi yang bertanggung jawab: paham aturan, sadar risiko, dan siap berkendara aman demi diri serta orang lain.

 

Kasat Lantas Polres Tegal Kota, AKP Sujit Munandar, S.H., menegaskan bahwa bimbingan adalah kewajiban agar tidak ada warga yang tertinggal.

 

"Setiap warga berhak mendapat kesempatan yang sama. Jika ada yang belum paham, kami bantu menjelaskan. Jika ada yang kesulitan, kami dampingi — tanpa biaya tambahan, tanpa syarat lain. Ujian teori bukan untuk menyulitkan, melainkan memastikan mereka memahami cara melindungi diri dan sesama di jalan raya. Keadilan pelayanan terlihat dari sini: tidak ada yang ditinggalkan," tegas AKP Sujit Munandar.

 

Warga yang mengikuti ujian menyambut baik pendekatan ini. Banyak yang mengaku merasa didukung dan dihargai — bukan sekadar dites lalu ditinggal. Komitmen ini diharapkan terus dijaga: pelayanan yang sabar, proses yang jelas, dan kesempatan yang sama bagi setiap warga untuk melangkah dengan aman.



Lebih baru Lebih lama